Terindikasi Gunakan Dokumen Palsu Laporan Oknum Masyarakat ke Bawaslu Soal "Money Politics" Paslon No. 2

Oleh : | 10 Juni 2018 | Dibaca : 5587 Pengunjung

Terindikasi Gunakan Dokumen Palsu Laporan Oknum Masyarakat ke Bawaslu Soal

Denpasar ( amatranews.com ) Terungkap sejumlah fakta menarik dari laporan oknum masyarakat asal Tabanan yang melaporkan   Paslon Mantra-Kerta yang menyatakan bantuan Rp 500 juta bagi desa adat dianggap sebagai "money politics". Ternyata menurut Ketua Koalisi Rakyat Bali (KRB) AA. Bagus Adhi Mahendra Putra alis Gus Adhi ada indikasi laporan masyarakat tersebut menggunakan dokumen visi misi Mantra-Kerta yang palsu, bukannya dokumen resmi Nawacandra yang telah diserahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bali ketika memberikan klarifikasi ke Bawaslu.

"Yang dipakai dasar laporan ke Bawaslu dokumen berbeda dengan dokumen visi misi Nawacandra yang diserahkan ke KPU Bali. Jadi kami duga itu dokumen palsu, " kata Gus Adhi kepada wartawan di Rumah Aspirasi Sudikerta (RAS) Jalan Drupadi, Denpasar, Minggu (10/6/2018).

Gus Adhi menerangkan setelah paslon Mantra-Kerta dan tim mengklarifikasi ke Bawaslu Bali, Jum'at (8/6/2018) pihak Bawaslu Bali menunjukkan bukti-bukti dokumen yang diserahkan pihak pelapor. Setelah dicermati dari sana diketahui bahwa cover dan isi dokumen visi misi Mantra-Kerta yang dipakai bahan laporan tersebut berbeda dengan yang dikirim ke KPU.

Dalam dokumen visi misi Mantra-Kerta yang dijadikan dasar laporan masyarakat ke Bawaslu tampak di cover ada foto Rai Mantra bersama salah seorang warga. Sedangkan menurut Gus Adhi dokumen visi misi asli yang dikirim ke KPU dalam covernya hanya ada tulisan dan logo Nawacandra, sama sekali tidak ada foto paslon. Sementara isi dokumen juga berbeda.

"Saat klarifikasi ke Bawaslu, kami ditunjukkan dokumen yang dipakai melapor. Kami tidak pernah mengajukan dokumen seperti itu ke KPU Bali yang ada foto Rai Mantra dengan warga. Dokumen yang disampaikan ke KPU covernya hanya ada isi logo Nawacandra. Jadi ada indikasi pelapor memakai dokumen palsu. Kami tidak tahu dimana mereka ambil dokumen visi misi Nawacandra itu,"ujar  Gus Adhi heran.

Selain ada indikasi menggunakan dokumen palsu, pelaporan terhadap Mantra-Kerta ke Bawaslu ini juga ada indikasi pencemaran nama baik. Sebab dana bantuan Rp 500 juta sama sekali bukan money politics.

Dengan adanya indikasi tersebut, Gus Adhi menegaskan pihaknya masih akan berdiskusi dengan tim Advokasi Mantra-Kerta jika ada langkah hukum yang disiapkan. Bisa saja ada pelaporan balik menyangkut indikasi penggunaan dokumen palsu atau pencemaran nama baik. Pihaknya juga masih menunggu keputusan dari pihak Bawaslu Bali terhadap laporan masyarakat tersebut.

"Saya akan rapat dulu dengan paslon dan tim advokasi seperti apa langkah hukumnya. Kalau benar mereka gunakan dokumen palsu, kami akan beri pembelajaran dengan menempuh langkah hukum. Harus ada pembelajaran pada masyarakat sebaiknya hati-hati melangkah, apalagi soal hukum. Sebab ini sangat merugikan paslon nomor 2," ujar Gus Adhi.

Politisi Golkar ini mengaku prihatin dengan pelaporan ini dan adanya pihak-pihak yang menghambat bantuan ke desa pakraman. Ia mengajak semua elemen masyarakat, perangkat desa, tokoh Bali untuk berpikir jernih melihat kepentingan Bali yang lebih besar.

"Saya prihatin dengan hal ini. Ketika ada semangat meningkatkan pelayanan dan menguatkan adat budaya di desa adat melalui peningkatan dana bantuan desa pakraman malah ada upaya menjegal. Yang paling miris juga isunya diarahkan ke money politics," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) dilaporkan oleh masyarakat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali tentang program bantuan kepada desa pakraman sebesar Rp 500 juta per tahun. Mantra-Kerta dilaporkan oleh masyarakat dan didampingi oleh Ketua Bali Corruption Watch (BCW) Putu Wirata Dwikora, bahwa bantuan itu tidak ada dalam visi misi paslon Mantra-Kerta sehingga dianggap sebagai money politics (politik uang).


Oleh : | 10 Juni 2018 | Dibaca : 5587 Pengunjung


TAGS : Bawaslu Bali, KPU Bali, Mantra Kerta, Rai Mantra, Sudikerta, Nawacandra




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Indonesia, 23 Juni 2018 12:06
Sudikerta Beberkan Fakta Terkait Reklamasi Teluk Benoa
Tudingan I Wayan Koster kepada I Ketut Sudikerta telah mengeluarkan rekomendasi Teluk Benoa saat ...
Indonesia, 18 Juni 2018 07:34
Made Duana Beber Keterkaitan Koster dengan beberapa Kasus di KPK
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Rabu (6/6/2018) Mantra-Kerta dilaporkan oleh seorang war ...
Indonesia, 18 Juni 2018 06:37
Pande Mangku Rata: Kedua Paslon Seharusnya Membuat MOU Dengan KPK
Denpasar, (Amatranews.com) - Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Bali Pande Mangku Rata meminta a ...
Indonesia, 18 Juni 2018 06:23
Jelang Pencoblosan, Mantra Kerta Jaga Bali Tetap Kondusif
Denpasar, (Amatranews.com) - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di tingkat provinsi atau kabupate ...
Indonesia, 16 Juni 2018 06:56
Solusi Keuangan Daerah Melalui BUMD
Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah, sejatinya Badan Usaha Milik Daerah ( ...
Indonesia, 13 Juni 2018 12:07
WAJIB TEREALISASI! KOMITMEN BANTUAN DESA PAKRAMAN Rp 500 JUTA
Kontrak politik Peningkatan Bantuan Desa Pakraman sebesar Rp500 Juta per tahun untuk setiap desa ...
Indonesia, 13 Juni 2018 11:13
Bali hancur tanpa pemimpin jujur dan metaksu, Cok Rat : Maka Pilih Rai Mantra
Karangsem, (Amatranews.com) - Ketua Dewan Penasehat PDI P Perjuangan Bali yang juga penglingsir P ...
, 13 Juni 2018 10:48
Konser Salam 2 Jari Berhasil Menarik Antusiasme Masyarakat di Gumi Lahar
Karangasem, (Amatranews.com) - Komunitas Seni Taksu Bali untuk Rai Mantra menggelar Konser Bali S ...
Indonesia, 13 Juni 2018 10:42
Bergetar, Bergemuruh.... Karangasem Larut Dalam Euforia Konser 2 Jari
Karangasem, (Amatranews.com) - Calon Gubernur Bali nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra ...
Indonesia, 12 Juni 2018 09:30
PERNYATAAN POLITIK TITIEK SOEHARTO
(AMATRANEWS.COM)Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) puteri mantan presiden Soeharto dengan te ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Redaksi

AmatraNews.com adalah portal berita atau media online di Indonesia. Media online AmatraNews.com berdiri di wilayah Bali, pada tahun 2016. AmatraNews.com hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi atau peristiwa yang ada di Indonesia. Berusaha secara maksimal dan profesional.

Kontak Informasi

Alamat:

Phone:

Fax: 0361 - 654321

Website :

Email: redaksi@amatranews.com

Statistik Pengunjung

530933

Pengunjung hari ini : 29
Total pengunjung : 79285

Hits hari ini : 57
Total Hits : 530933

Pengunjung Online: 1




Copyright © 2016 Amatra News. All Rights Reserved.